KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Mahasiswa dari institusi ini, bernama Muhammad Rizky Pratama, berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Entrepreneur Muda Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada 15 April lalu. Prestasi luar biasa ini membuktikan komitmen kampus dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui dukungan sistematis dari Unit Karir Mahasiswa.
Rizky Pratama, mahasiswa semester enam Fakultas Teknik Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari, mengalahkan lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Pencapaian istimewa ini diraih berkat inovasi produk unggulannya bernama “SolaRice” – sebuah mesin pengering padi bertenaga surya yang ramah lingkungan, efisien energi, dan dapat meningkatkan produktivitas petani lokal hingga 40 persen. Kompetisi yang berlangsung selama tiga bulan ini menguji tidak hanya kreativitas, tetapi juga viabilitas bisnis, dampak sosial, dan keberlanjutan lingkungan dari setiap proposal bisnis peserta.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada Unit Karir Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah mendampingi perjalanan saya sejak awal. Tanpa bimbingan dan fasilitasi mereka, pencapaian ini tidak akan mungkin terwujud,” ungkap Rizky Pratama dalam konferensi pers di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (17/4/2026).
Perjalanan Menuju Puncak Prestasi
Perjalanan Rizky menuju penghargaan nasional ini dimulai sekitar sembilan bulan lalu. Pada awal Juli 2025, dia mengikuti program inkubasi bisnis yang diselenggarakan oleh Unit Karir Mahasiswa dengan menghadirkan mentor-mentor profesional dari industri teknologi dan pertanian. Program intensif selama dua bulan ini memberikan pembekalan komprehensif mengenai business planning, marketing strategy, financial management, dan regulatory compliance.
Ide SolaRice muncul dari pengamatan Rizky terhadap kondisi petani di Sulawesi Tenggara yang masih menggunakan metode tradisional dalam proses pengeringan padi. “Saya melihat petani di kampung halaman saya masih menggunakan sinar matahari langsung dan butuh waktu 7-10 hari untuk mengeringkan padi. Hasil panen mereka sering mengalami penurunan kualitas akibat serangan hama dan cuaca yang tidak terduga,” jelas Rizky saat menceritakan latar belakang inovasi produknya.
Dengan latar belakang pendidikan teknik elektro, Rizky merancang solusi yang menggabungkan teknologi panel surya, sistem kontrol suhu otomatis berbasis mikrokontroler Arduino, dan chamber pengeringan yang inovatif. Produk ini tidak hanya mempercepat proses pengeringan menjadi hanya 2-3 hari, tetapi juga menjaga kualitas beras sehingga nilainya di pasaran meningkat signifikan.
Peran Krusial Unit Karir Mahasiswa
Kesuksesan Rizky tidak terlepas dari peran sentral Unit Karir Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Unit yang dipimpin oleh Dr. Andi Wijaya, S.Kom., M.T., telah merancang ekosistem karir dan kewirausahaan yang komprehensif bagi seluruh mahasiswa. Dalam tahun akademik 2025-2026 ini, Unit Karir telah mengorganisir lebih dari 15 program pengembangan keterampilan dan 8 kompetisi tingkat kampus maupun nasional.
“Unit Karir Mahasiswa kami memiliki visi untuk menjadi katalis transformasi karir dan inovasi bagi setiap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami tidak hanya memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi, tetapi benar-benar membimbing mereka dari tahap ideation hingga eksekusi nyata,” papar Dr. Andi Wijaya dalam sesi wawancara khusus pada Rabu sore.
Menurut Dr. Andi, ada tiga pilar utama yang menjadi fondasi kesuksesan program mereka. Pertama, adalah pendampingan mentor bersertifikat yang memiliki pengalaman industri nyata. Kedua, akses ke resources dan networking dengan praktisi profesional. Ketiga, penciptaan lingkungan yang mendukung eksperimentasi dan learning from failure.
“Kami percaya bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, kami menciptakan ruang aman di mana mahasiswa bisa mencoba ide-ide baru tanpa takut akan dampak negatif yang signifikan. Filosofi ini yang akhirnya membuat Rizky dan mahasiswa-mahasiswa lainnya berani berinovasi dan mengambil risiko yang terukur,” tambah Dr. Andi.
Selain itu, Unit Karir juga menyediakan grant dan dana hibah untuk mendukung mahasiswa yang lolos tahap seleksi awal dalam mengikuti kompetisi nasional. Untuk Rizky, kampus memberikan dukungan dana sebesar Rp 25 juta untuk mengembangkan prototype SolaRice dan menyiapkan dokumentasi kompetisi.
Ekosistem Kewirausahaan di Kampus
Keberhasilan Rizky merupakan hasil dari ekosistem kewirausahaan yang telah dibangun Universitas Muhammadiyah Kendari dalam beberapa tahun terakhir. Kampus ini memiliki laboratorium inovasi bernama “INOVATE Lab” yang dilengkapi dengan berbagai peralatan prototyping, mulai dari 3D printer, CNC machine, hingga elektronik workshop yang lengkap.
Fasilitas ini dapat diakses oleh semua mahasiswa yang terdaftar dalam program kewirausahaan Unit Karir. Dengan sistem booking online yang mudah, mahasiswa dapat mengalokasikan waktu penggunaan fasilitas sesuai dengan kebutuhan proyek mereka. Hingga akhir 2025, tercatat lebih dari 120 mahasiswa telah memanfaatkan INOVATE Lab untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga membangun partnership strategis dengan berbagai institusi dan industri terkemuka. Kolaborasi dengan PT Telkom Indonesia, Bank Mandiri, dan Kementerian Koperasi UKM memungkinkan mahasiswa mendapatkan insights berharga tentang tren pasar dan peluang bisnis. Sejak 2024, kampus telah menjalin MOU dengan 12 perusahaan multinasional untuk program magang, mentoring, dan networking.
“Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran mahasiswa di kampus tidak terputus dari realitas dunia industri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai stakeholder industri menjadi prioritas utama kami,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syamsul Bahri, M.S., dalam kesempatan berbeda.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Prestasi Rizky di tingkat nasional bukan hanya tentang pengakuan akademis, melainkan juga tentang dampak nyata yang akan dihasilkan produknya di masyarakat. Mesin pengering padi SolaRice dirancang dengan harga yang terjangkau untuk kalangan petani menengah ke bawah, yaitu sekitar Rp 35 juta per unit. Dengan initial investment tersebut, petani dapat menghemat biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan dengan metode pengeringan tradisional.
Kalkulasi sederhana menunjukkan bahwa setiap petani yang menggunakan SolaRice dapat meningkatkan pendapatan bersih mereka sekitar Rp 8-12 juta per musim tanam. Jika diadopsi oleh ribuan petani di Sulawesi Tenggara, dampak ekonomi kumulatifnya akan sangat signifikan. Lebih dari itu, penggunaan energi terbarukan dalam proses pengeringan ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan preservasi lingkungan.
“Inovasi Rizky ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Dia menciptakan solusi yang menguntungkan petani dan lingkungan secara bersamaan. Inilah esensi dari entrepreneurship yang bertanggung jawab,” ujar Dr. Andi Wijaya dengan nada apresiasi.
Rencana Rizky ke depannya adalah mendirikan startup bernama “SolaRice Solutions” dan mulai memproduksi mesin secara komersial dalam enam bulan ke depan. Dengan dukungan dari investor yang tertarik pada kompetisi nasional ini, Rizky menargetkan untuk memproduksi 50 unit mesin pada tahun pertama operasional.
Motivasi bagi Mahasiswa Lain
Prestasi Rizky Pratama telah menginspirasi banyak mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan diri. Data dari Unit Karir menunjukkan bahwa setelah pengumuman kemenangan Rizky, jumlah pendaftar program inkubasi bisnis meningkat 150 persen dalam dua minggu terakhir.
Siti Nurhaliza, mahasiswa semester empat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menjadi salah satu dari ribuan mahasiswa yang terinspirasi. “Melihat Rizky yang hanya beberapa semester di atas saya berhasil meraih juara nasional, itu memberikan saya keyakinan bahwa saya juga bisa melakukan hal yang serupa. Sekarang saya sudah mendaftar untuk program mentoring yang sama,” kata Siti antusias.
Kepala Bagian Pengembangan Akademik, Dr. Hj. Nur Aini, S.Pd., M.Pd., melihat fenomena ini sebagai momentum positif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus secara keseluruhan. “Prestasi mahasiswa seperti Rizky bukan hanya tentang individu, tetapi tentang budaya institusi yang mendukung excellence dan innovation. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa melampaui target akademis mereka,” tegas Dr. Nur Aini.
Penutup: Harapan dan Komitmen Ke Depan
Pencapaian Muhammad Rizky Pratama pada Kompetisi Entrepreneur Muda Indonesia 2026 merupakan milestone penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan dukungan sistematis, fasilitas yang memadai, dan ekosistem yang kondusif, mahasiswa dari kampus di daerah dapat bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas top di pusat negara.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan target ambisius untuk lima tahun ke depan: meningkatkan jumlah mahasiswa yang mendapat penghargaan tingkat nasional menjadi minimal 10 orang per tahun, mendirikan minimal 5 startup yang berkelanjutan, dan menciptakan 500 lapangan kerja baru. Target ini dipandang realistis mengingat momentum positif yang sedang berjalan.
Unit Karir Mahasiswa akan terus meningkatkan kualitas program mereka dengan menambah jumlah mentor profesional, memperluas networking dengan stakeholder industri, dan mengalokasikan more resources untuk mendukung inovasi mahasiswa. Sebagai bagian dari Muhammadiyah, universitas ini juga ingin menekankan bahwa entrepreneurship yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan membawa dampak sosial positif adalah nilai-nilai yang menjadi panduan dalam semua inisiatif pengembangan.
Dengan semangat yang sama yang dimiliki Muhammad Rizky Pratama, Universitas Muhammadiyah Kendari yakin dapat terus melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan negara.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari Unit Karir Mahasiswa, Pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari, dan wawancara langsung dengan Muhammad Rizky Pratama pada Rabu, 17 April 2026.