KENDARI — Dalam upaya meningkatkan kesiapan karir mahasiswa dan memperkuat peran organisasi kemahasiswaan, Unit Karir Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan Forum Kolaborasi BEM dan Organisasi Mahasiswa pada hari Sabtu, 19 April 2026. Kegiatan yang diadakan di Aula Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini menghadirkan berbagai stakeholder pendidikan, profesional industri, dan pimpinan organisasi mahasiswa dari berbagai unit.
Forum kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengakses informasi terkini mengenai pengembangan diri, keterampilan profesional, dan peluang karir di era digital. Acara yang berlangsung selama enam jam ini menghadirkan lebih dari 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa aktif, pengurus BEM, ketua organisasi mahasiswa, dan undangan dari berbagai perusahaan dan institusi.
Latar Belakang dan Urgensi Kegiatan
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, memiliki komitmen kuat dalam mempersiapkan lulusan yang kompetitif dan siap memasuki dunia kerja. Namun, melihat dinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara unit akademik, organisasi mahasiswa, dan industri.
“Kami menyadari bahwa tugas universitas tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa secara holistik untuk menghadapi tantangan karir,” ujar Dr. Syarifuddin Kasim, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara. “Forum kolaborasi ini adalah manifestasi dari dedikasi kami untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.”
Rektor Kasim lebih lanjut menjelaskan bahwa Unit Karir Mahasiswa telah mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam transisi menuju kehidupan profesional. Tantangan tersebut meliputi kurangnya networking dengan industri, pemahaman skill gap yang masih terbatas, serta rendahnya kesadaran tentang pentingnya personal branding di era digital.
Struktur dan Pelaksanaan Forum
Forum Kolaborasi BEM dan Organisasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dirancang dengan struktur yang komprehensif dan interaktif. Acara dibagi menjadi beberapa sesi utama, mulai dari keynote speech, workshop tematik, panel diskusi, hingga sesi networking.
Sesi pertama dimulai dengan keynote speech dari Bapak Mahmud Harahap, Direktur Human Resources Development PT Surya Energi Indonesia, yang membahas “Kompetensi Abad ke-21 dalam Dunia Kerja yang Dinamis.” Dalam presentasinya, Harahap menekankan pentingnya soft skills dan adaptabilitas dalam menghadapi transformasi digital.
“Pengalaman kami di industri menunjukkan bahwa lulusan universitas sering kali memiliki hard skills yang baik, namun masih perlu pengembangan dalam hal komunikasi, kepemimpinan, dan problem-solving,” kata Harahap kepada peserta forum. “Kami mengharapkan kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan industri untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kompetensi tersebut sejak dini.”
Setelah keynote speech, peserta mengikuti serangkaian workshop interaktif yang mencakup lima topik utama: (1) Career Planning and Development, (2) Digital Marketing for Personal Branding, (3) Entrepreneurship and Innovation, (4) Professional Communication Skills, dan (5) Mental Health and Work-Life Balance.
Setiap workshop dipandu oleh praktisi profesional dan akademisi berpengalaman dari berbagai institusi. Workshop Career Planning and Development, misalnya, dipandu oleh Ibu Dewi Lestari, seorang career coach bersertifikat internasional dari Jakarta, yang berbagi pengalaman tentang strategi pencarian kerja di era digital.
“Mahasiswa harus memahami bahwa pengembangan karir bukan hanya tentang melamar pekerjaan saat lulus, tetapi tentang membangun pathway jangka panjang,” jelas Dewi Lestari. “Tools seperti LinkedIn, portfolio digital, dan personal branding adalah essential di era sekarang.”
Peran BEM dan Organisasi Mahasiswa
Dalam forum ini, BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari mendapat perhatian khusus sebagai motor penggerak pengembangan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Muhammad Rizky Pratama, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan komitmen organisasinya dalam mendukung inisiatif Unit Karir Mahasiswa.
“BEM tidak hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki akses ke informasi dan program pengembangan karir yang berkualitas,” kata Rizky Pratama. “Melalui forum ini, kami berharap dapat membangun network yang lebih luas dan menciptakan peluang bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi industri secara langsung.”
Selain itu, berbagai organisasi kemahasiswaan lainnya, seperti Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan organisasi khusus keahlian, juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam forum ini. Mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga terlibat dalam membantu sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan.
Eka Putri Wijaya, Ketua HMP Jurusan Manajemen, menyampaikan bahwa program-program pengembangan karir perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap prodi. “Mahasiswa Manajemen memiliki ekspektasi karir yang berbeda dengan mahasiswa Teknik atau Pendidikan. Kami berharap Unit Karir Mahasiswa dapat mengembangkan program yang lebih spesifik untuk setiap prodi,” ujarnya.
Panel Diskusi dan Perspektif Multi-Stakeholder
Salah satu highlight dari forum ini adalah panel diskusi bertajuk “Sinergi Universitas, Industri, dan Mahasiswa dalam Membangun Karir Masa Depan.” Panel ini menghadirkan empat pembicara utama dari berbagai latar belakang:
1. Dr. Suryanto, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari
2. Bambang Sutrisno, Kepala Divisi Rekrutmen PT Telkom Kendari
3. Sinta Rahayu, Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari yang kini menjadi manajer di perusahaan multinasional
4. Arif Gunawan, Pendiri startup teknologi lokal “Kendari Digital Solutions”
Dr. Suryanto menekankan peran universitas dalam kurikulum yang relevan dengan industri. “Kami telah melakukan revisi kurikulum untuk memastikan bahwa materi pembelajaran aligned dengan kebutuhan industri terkini. Namun, perlu juga kolaborasi yang lebih erat dalam hal magang, project-based learning, dan guest lecture dari praktisi industri,” jelasnya.
Bambang Sutrisno dari PT Telkom membagikan perspektif perusahaan tentang kriteria pencarian talenta. “PT Telkom mencari lulusan yang tidak hanya menguasai hard skills teknis, tetapi juga memiliki sikap belajar yang tinggi, integritas, dan passion untuk berkontribusi pada perusahaan. Kami juga sangat menghargai pengalaman ekstrakurikuler dan kepemimpinan organisasi yang ditunjukkan selama kuliah,” ungkapnya.
Sinta Rahayu, sebagai alumni sukses, memberikan testimoni inspiratif tentang perjalanan karirnya. “Ketika saya lulus dari Universitas Muhammadiyah Kendari pada 2015, pasar kerja belum se-kompetitif sekarang. Namun, pengalaman saya aktif di organisasi mahasiswa dan internship di berbagai perusahaan sangat membantu saya dalam membangun karir yang kuat. Saya percaya bahwa pembelajaran di kampus dan di luar kelas sama pentingnya,” kata Rahayu.
Sementara itu, Arif Gunawan mewakili perspektif entrepreneur muda. Dia menekankan pentingnya mindset entrepreneurial dan innovation thinking bagi mahasiswa, bahkan bagi mereka yang merencanakan karir sebagai karyawan profesional. “Kualitas entrepreneurial seperti innovation, risk-taking, dan resilience sangat diperlukan di era sekarang, baik dalam konteks bisnis maupun korporat,” ungkapnya.
Sesi Networking dan Kesempatan Karir
Bagian yang tidak kalah penting dari forum ini adalah sesi networking yang melibatkan partisipasi dari lebih dari 20 perusahaan dan organisasi. Perusahaan-perusahaan tersebut membuka booth informasi dan menawarkan berbagai kesempatan, mulai dari internship, graduate program, hingga posisi profesional regular.
Antusiasme mahasiswa sangat tinggi dalam sesi ini. Mereka aktif mengunjungi booth-booth, bertanya tentang persyaratan lowongan, dan memberikan CV kepada perwakilan perusahaan. Beberapa perusahaan bahkan melaporkan bahwa mereka mendapatkan lebih dari 50 CV hanya dalam waktu beberapa jam.
“Ini adalah kesempatan langka bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan decision makers dari berbagai perusahaan,” kata Ibu Hartini, Kepala Unit Karir Mahasiswa. “Kami harap mahasiswa memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin, tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga untuk membangun network profesional yang berharga.”
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan Forum Kolaborasi BEM dan Organisasi Mahasiswa ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem pendidikan di Universitas Muhammadiyah Kendari. Beberapa dampak yang sudah terlihat antara lain peningkatan awareness mahasiswa tentang pentingnya persiapan karir, penguatan hubungan antara universitas dan industri, serta peningkatan motivasi organisasi mahasiswa untuk lebih terlibat dalam pengembangan karir rekan-rekan mereka.
Rektor Kasim mengumumkan bahwa forum ini akan dijadikan kegiatan rutin tahunan dengan peningkatan skala dan kualitas. “Tahun depan, kami akan mengundang lebih banyak perusahaan, memperluas cakupan workshop, dan mungkin menambahkan elemen internasional dengan melibatkan alumni yang bekerja di luar negeri,” kata Rektor Kasim.
Unit Karir Mahasiswa juga akan mengembangkan program-program lanjutan, seperti mentoring program yang menghubungkan mahasiswa dengan profesional berpengalaman, webinar series tentang topik-topik karir relevan, dan penciptaan career community di setiap prodi.
Kepala Unit Karir Mahasiswa, Ibu Hartini, menambahkan bahwa feedback dari peserta forum akan digunakan untuk perbaikan berkelanjutan. “Kami telah menyiapkan kuesioner untuk mengumpulkan masukan dari peserta. Data ini akan kami analisis untuk memastikan bahwa program-program ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” katanya.
Penutup
Forum Kolaborasi BEM dan Organisasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 telah menunjukkan komitmen institusi dalam mempersiapkan mahasiswa secara holistik menghadapi tantangan karir di masa depan. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, dari internal universitas hingga industri, forum ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis dan relevan.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari kini memiliki akses yang lebih baik ke informasi karir, networking opportunities, dan bimbingan dari para ahli. Diharapkan bahwa forum ini akan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antara universitas, organisasi mahasiswa, dan dunia industri, menciptakan win-win solution bagi semua pihak.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Universitas Muhammadiyah Kendari siap melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap dan terampil menghadapi dunia kerja modern.
—
Penulis: Redaksi Kampus
Tanggal: 19 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara