KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari mencatat prestasi signifikan dalam dunia penelitian akademik. Melalui kerja sama sinergis antara dosen dan mahasiswa yang difasilitasi oleh Unit Karir Mahasiswa, kampus ini telah menghasilkan lima penelitian inovatif yang lolos seleksi pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada tahun 2026. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan ekosistem riset yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemecahan masalah sosial.
Penelitian-penelitian tersebut mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi berkelanjutan untuk sektor kelautan, inovasi pertanian digital, hingga solusi kesehatan masyarakat berbasis komunitas. Kesuksesan ini tidak terlepas dari peran krusial Unit Karir Mahasiswa yang telah merancang program pendampingan intensif untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengidentifikasi peluang riset dan mengembangkan proposal penelitian berkualitas tinggi.
Latar Belakang dan Visi Pengembangan Riset
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, memiliki komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meski berlokasi di daerah, universitas ini tidak pernah berhenti berinovasi untuk mengejar standar akademik nasional dan internasional.
“Kami menyadari bahwa riset adalah jantung dari sebuah universitas modern. Tidak cukup hanya mengajar, tetapi mahasiswa dan dosen harus terlibat aktif dalam menciptakan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Dr. H. Subhan Bashir, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat ditemui di ruang rektorat pada Selasa, 3 April 2026.
Rektor yang telah memimpin kampus selama enam tahun ini menjelaskan bahwa transformasi budaya riset di Universitas Muhammadiyah Kendari dimulai dari revitalisasi Unit Karir Mahasiswa. Unit yang sebelumnya hanya berfokus pada penempatan kerja ini kini dikembangkan menjadi pusat pengembangan kompetensi mahasiswa yang komprehensif, termasuk riset dan inovasi.
Peran Strategis Unit Karir Mahasiswa
Dr. Siti Nurhaliza, S.T., M.Eng., Kepala Unit Karir Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa transformasi unit ini merupakan hasil dari perencanaan matang selama dua tahun. Unit yang dulunya hanya menyediakan informasi lowongan kerja kini berkembang menjadi ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan akademik.
“Kami membangun bridge antara mahasiswa dengan dosen peneliti. Program mentorship riset kami memungkinkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk belajar langsung terlibat dalam penelitian nyata,” jelas Nurhaliza dalam wawancara eksklusif.
Menurutnya, salah satu inovasi terpenting adalah peluncuran program “Riset Mahasiswa Terstruktur” (RMT) pada Januari 2025. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa tingkat akhir untuk bergabung dengan tim penelitian dosen dengan pendampingan intensif. Tidak hanya itu, Unit Karir Mahasiswa juga menyediakan pelatihan khusus tentang cara menulis proposal riset, penggunaan metodologi penelitian, dan strategi publikasi ilmiah.
“Dalam enam bulan pertama, kami melatih lebih dari 200 mahasiswa dalam berbagai workshop dan seminar riset. Hasilnya, tingkat partisipasi mahasiswa dalam penelitian meningkat 300 persen dibanding tahun sebelumnya,” tambah Nurhaliza dengan bangga.
Lima Penelitian Unggulan 2026
Kelima penelitian yang berhasil mendapatkan pendanaan Kemendikbud Ristek 2026 mencerminkan keberagaman bidang studi dan komitmen terhadap isu-isu relevan bagi masyarakat lokal dan nasional.
Pertama, penelitian berjudul “Pengembangan Teknologi Panel Surya Berbasis Material Lokal untuk Optimalisasi Energi Terbarukan di Kawasan Pesisir Sulawesi Tenggara” yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Wijaya, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik. Penelitian ini melibatkan lima mahasiswa tingkat akhir dan bertujuan menciptakan solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan terjangkau untuk komunitas pesisir.
“Sulawesi Tenggara memiliki potensi matahari yang luar biasa, tetapi akses teknologi masih terbatas. Melalui penelitian ini, kami ingin menciptakan inovasi yang dapat direplikasi dan diakses oleh masyarakat lokal,” ungkap Dr. Ahmad ketika diminta menjelaskan penelitiannya.
Kedua, penelitian “Aplikasi Sistem Pertanian Digital Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Peningkatan Produktivitas Padi Organik di Kendari” yang dipimpin oleh Dr. Eka Putri Sari, S.P., M.Agr., dari Fakultas Pertanian. Penelitian ini melibatkan tujuh mahasiswa dan fokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan hasil panen sambil menjaga kelestarian lingkungan.
“Para petani kami menghadapi tantangan signifikan dalam mengelola produktivitas lahan secara berkelanjutan. Teknologi IoT memungkinkan monitoring real-time terhadap kondisi tanah, cuaca, dan hama, sehingga petani dapat membuat keputusan yang lebih tepat,” papar Dr. Eka Putri.
Ketiga, penelitian “Pengembangan Model Kesehatan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Penanganan Penyakit Kronis di Daerah Terpencil Sulawesi Tenggara” dipimpin oleh Dr. Bambang Sutrisno, M.Kes., dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Penelitian ini melibatkan enam mahasiswa dan menggabungkan pendekatan medis modern dengan kebijaksanaan tradisional lokal.
Keempat, penelitian “Analisis dan Pengembangan Strategi Pengurangan Sampah Plastik di Laut Sulawesi: Studi Kasus Kota Kendari” yang dipimpin oleh Dr. Hartono Susilo, S.E., M.Si., dari Fakultas Teknik Lingkungan. Penelitian ini melibatkan delapan mahasiswa dan merupakan respons terhadap krisis sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan.
Kelima, penelitian “Pemanfaatan Limbah Agroindustri Menjadi Bioproduct Bernilai Tambah Tinggi: Kasus Studi Industri Pengolahan Ikan di Kendari” dipimpin oleh Dr. Siti Hartati, S.T., M.T., dari Fakultas Teknologi Agroindustri. Penelitian ini melibatkan empat mahasiswa dan berfokus pada ekonomi sirkular.
Metodologi dan Dampak Pembelajaran
Keberhasilan kelima penelitian ini tidak terjadi begitu saja. Ada proses sistematis yang dirancang oleh Unit Karir Mahasiswa untuk memastikan kualitas penelitian dan keterlibatan mahasiswa yang optimal. Pertama, identifikasi dosen peneliti yang memiliki passion dan track record dalam riset. Kedua, rekrutmen mahasiswa yang berminat dan memiliki kemampuan akademik yang memadai. Ketiga, pelatihan intensif tentang metodologi riset, etika penelitian, dan penulisan proposal.
“Kami tidak hanya sekadar memberikan pekerjaan kepada mahasiswa, tetapi membentuk mereka menjadi peneliti muda yang berpikir kritis dan inovatif,” papar Dr. Nurhaliza ketika menjelaskan filosofi program RMT.
Dampak dari keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini sangat terasa dalam pengembangan keterampilan mereka. Muhammad Hidayat, mahasiswa semester VII dari Fakultas Teknik yang terlibat dalam penelitian panel surya, mengakui pengalaman berharganya.
“Sebelum bergabung dalam proyek ini, saya hanya belajar dari buku dan kelas. Kini, saya memahami bagaimana penelitian nyata dilakukan, tantangan yang dihadapi, dan cara mengatasinya. Ini pengalaman yang tidak ternilai harganya,” ujar Hidayat dengan antusias.
Begitu pula dengan Ria Nurdianti, mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang terlibat dalam penelitian kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal. “Saya belajar bahwa penelitian bukan hanya tentang data dan statistik, tetapi tentang memahami konteks sosial dan budaya masyarakat. Ini mengubah perspektif saya sebagai calon tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Dukungan Infrastruktur dan Pendanaan
Kesuksesan program riset ini didukung pula oleh komitmen universitas dalam menyediakan infrastruktur yang memadai. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menginvestasikan dana signifikan untuk membangun laboratorium modern di berbagai fakultas, perpustakaan digital, dan fasilitas penunjang penelitian lainnya.
“Kami tidak hanya mengandalkan pendanaan dari Kemendikbud Ristek. Universitas juga mengalokasikan anggaran khusus untuk penelitian dari APBU, dan kami bekerja sama dengan industri lokal serta komunitas untuk mendapatkan dukungan tambahan,” jelas Prof. Subhan Bashir.
Selain itu, universitas juga mengaktifkan kerjasama dengan universitas ternama lainnya untuk berbagi pengetahuan dan metodologi. Kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin, dan Universitas Diponegoro telah membuka akses kepada mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran peneliti dan presentasi ilmiah di tingkat nasional.
Peluang dan Tantangan Ke Depan
Meski telah mencapai prestasi yang membanggakan, Universitas Muhammadiyah Kendari tetap realistis menghadapi tantangan ke depan. Dr. Nurhaliza mengakui bahwa salah satu tantangan besar adalah mempertahankan momentum riset di tengat keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dalam metodologi penelitian modern.
“Kami membutuhkan lebih banyak dosen yang memiliki kualifikasi doktor dan pengalaman riset. Untuk itu, kami sedang mengembangkan program beasiswa lanjut studi untuk dosen muda yang berpotensi,” katanya.
Tantangan lain adalah aksesibilitas kepada jurnal internasional dan basis data riset. Universitas terus berupaya meningkatkan subsidi akses kepada resource-resource akademik berkualitas tinggi. Selain itu, publikasi hasil penelitian di jurnal internasional masih menjadi target yang perlu ditingkatkan.
Namun, optimisme tetap terpancar dari pimpinan kampus. Prof. Subhan Bashir melihat potensi besar bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi pusat inovasi di kawasan timur Indonesia.
“Dalam lima tahun ke depan, saya ingin melihat universitas ini menjadi pusat riset terdepan di bidang teknologi berkelanjutan, kesehatan masyarakat, dan ekonomi sirkular. Dengan fondasi yang telah kami bangun, hal ini bukan mimpi lagi,” katanya dengan percaya diri.
Penutup dan Pandangan Masa Depan
Pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghasilkan lima penelitian inovatif yang mendapat pendanaan Kemendikbud Ristek 2026 merupakan milestone penting dalam perjalanan akademik kampus. Unit Karir Mahasiswa telah membuktikan diri sebagai katalis yang efektif dalam memberdayakan mahasiswa dan dosen untuk berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ke depannya, kampus ini tidak hanya berambisi meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian, tetapi juga memastikan bahwa hasil-hasil riset tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas. Dengan dukungan yang terus ditingkatkan dan komitmen yang tidak kenal lelah, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mesin inovasi untuk kemajuan bangsa.
Semoga momentum ini terus berlanjut dan menginspirasi kampus-kampus lain di daerah untuk percaya bahwa inovasi dan riset berkualitas bukan monopoli universitas di kota-kota besar.